Disebut Sebagai Lady Diana Jepang, Kehidupan Putri Masako Sangat Menyedihkan

Foto: Disebut Sebagai Lady Diana Jepang, Kehidupan Putri Masako Sangat Menyedihkan Haper Bazaar
WowKeren dan Kanal247

Usai resmi menjadi keluarga kerajaan, kehidupan Putri Masako mulai berubah. Bahkan Masako pernah depresi pasca-melahirkan.

Kanal247.com - Sebagian wanita pasti memimpikan untuk menikah dengan pangeran dari sebuah kerajaan seperti karakter-karakter seorang Putri dalam kartun maupun buku cerita. Apalagi melihat kehidupan seorang Putri yang sejahtera dan dihormati oleh semua orang.

Namun, hal tersebut tidak seperti yang dialami oleh Putri Masako. Kehidupannya saat resmi menikah dengan Putra Mahkota Naruhito jauh dari kata mulus.

Kehidupan Masako di kerajaan mengalami banyak tekanan. Pasalnya, ia dituntun untuk melahirkan anak laki-laki. Sedangkan dirinya saat itu memiliki anak perempuan pada 2001. Bahkan Masako pernah depresi pasca-melahirkan.


Baca juga ...

Disebut Sebagai Lady Diana Jepang, Kehidupan Putri Masako Sangat Menyedihkan

Source: msn

Masako merupakan seorang wanita yang pernah tinggal di Amerika Serikat dan Inggris. Ia merupakan lulusan dari Universitas Harvard dan meraih Bachelor of Arts di bidang ekonomi yang lulus dengan gelar magna cum laude .

Putra Mahkota Naruhito mulanya bertemu dengan Masako saat turnamen tenis pada 1982 silam. Meski saat itu dijaga ketat oleh pengawal, ia berhasil mencuri-curi kesempatan untuk dapat mencari tahu siapa gadis yang menarik perhatiannya itu.

Pasangan tersebut kemudian bertemu lagi pada pesta minum teh di halaman Istana Akasaka yang merupakan wisma pemerintah untuk tamu-tamu asing. Sejak saat itu, hubungan keduanya mulai berkembang secara perlahan.

Hubungan keduanya sempat ditentang oleh para bangwsawan. Pasalnya, Masako hanya anak seorang pegawai pemerintahan biasa. Namun, Putra Mahkota Naruhito rupanya tidak menyerah, ia mengatakan pada keluarga kerajaan bahwa tidak akan menikahi siapa pun kecuali kekasihnya itu.

Setelah 'pemberontakan' yang dilakukan pada Kaisar Akihito oleh anaknya, Putra Mahkota Naruhito, Masako malah menolak lamaran yang diajukan. Wanita itu mengaku ragu apakah dirinya dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan kehidupan keluarga kerajaan atau tidak.

Keluarga Masako lalu membujuk wanita itu. Pernikahan pun berlangsung secara tradisional pada 9 Juni 1993. Keluarga Masako sendiri tidak dapat menghadiri upacara pernikahan anaknya yang mendatangkan orang-orang berpangkat tinggi. Mereka harus rela menyaksikannya lewat tayangan televisi.

Usai resmi menjadi keluarga kerajaan, kehidupan Putri Masako mulai berubah. Karena sempat tidak memiliki anak selama hampir enam tahun, Putri yang disebut-sebut sebagai Lady Diana-nya Jepang ini meninggalkan berbagai kegiatan yang disenanginya seperti bermain tenis, ski, hiking dan lainnya.

Selain itu, Masako mengalami kesulitan untuk dapat menyesuaikan diri dengan tradisi kekaisaran Jepang yang dianggap kaku. Menurut Ben Hills seorang penulis buku, wanita kelahiran 1963 itu tidak dapat meninggalkan rumahnya tanpa izin, tidak memiliki uang, kartu kredit bahkan telepon sendiri.

Akibat dari stres yang dideritanya, Putri Masako pernah ditarik dari tugas-tugas kekaisaran. Ia hanya fokus untuk membesarkan anak perempuan yang dilahirkannya, Putri Aiko.

Disebut Sebagai Lady Diana Jepang, Kehidupan Putri Masako Sangat Menyedihkan

Source: msn

Pada 2006, akhirnya tekanan yang dialami Putri Masako untuk memiliki anak laki-laki berakhir. Adik Putra Mahkota Naruhito, Pangeran Fumihito dan istrinya dikaruniai seorang putra yang kemudian diberi nama Pangeran Hisahito. Kelahiran anak tersebut menjadi yang pertama di keluarga kekaisaran Jepang dalam 40 tahun terakhir.

Kesulitan yang dihadapi Putri Masako, sering dibandingkan dengan Permaisuri Michiko. Istri Kaisar Akihito ini sempat mengaku saat jumpa pers 2007 silam bahwa tidaklah mudah untuk hidup di bawah pengawasan dan aturan ketat. Hal itu merupakan tantangan besar yang setiap hari harus ia lewati.

Permaisuri Michiko juga pernah mengalami stres karena kehidupan kerajaan. Seorang ahli kerajaan mengatakan bahwa, permaisuri sangat menderita bahkan ia tidak mengucapkan satu patah kata pun saat ia berada di bawah tekanan. Ia hanya berkosentrasi membesarkan ketiga anaknya.

Disebut Sebagai Lady Diana Jepang, Kehidupan Putri Masako Sangat Menyedihkan

Source: msn

Sementara itu, kini Putri Masako tengah bersiap untuk memenuhi tugasnya sebagai permaisuri. Seperti diketahui, Putra Mahkota Naruhito akan segera menggantikan posisi Kaisar Jepang Akihito. Kabarnya, Putri Masako akan resmi menjadi permaisuri Jepang pada Mei 2019 mendatang.

Putri Masako telah berjuang cukup lama untuk mengatasi depresinya. Putri yang pernah berkarier sebagai diplomat ini telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam beberapa tahun terakhir dengan tampil di depan umum lebih sering.

Loading...

Komentar Anda

Rekomendasi Artikel