Ulet dan Gigih, Dewi Persik Semakin Bersinar Jadi Artis Ibu Kota

Foto: Ulet dan Gigih, Dewi Persik Semakin Bersinar Jadi Artis Ibu Kota instagram
WowKeren dan Kanal247


Sempat dilarang jadi penyanyi, Dewi Persik berontak dan perjuangkan mimpinya. Begini kisahnya..

Kanal247.com - Nama Dewi Persik memang tak asing lagi didengar. Wanita bernama asli Dewi Murya Agung itu mulai dikenal usai menampilkan goyang gergajinya. Menjadi populer seperti sekarang rupanya bukan hal mudah bagi Dewi Persik. Perjalanan panjang dan penuh dramatis pun sudah ditempunya.


Baca juga ...

Dewi Persik atau Depe pernah merasakan pahitnya berjuang untuk menggapai mimpinya menjadi seorang penyanyi. Tak mudah bagi wanita kelahiran Jember, 18 Desember 1985 itu meyakinkan kedua orang tuanya, H. M. Aidil dan Hj. Sri Muna terkait mimpinya menjadi penyanyi. Butuh usaha keras untuk melakukannya, terlebih kedua orang tua Depe tak ingin sang putri menjadi seorang penyanyi.

Sejak kecil, Depe telah diarahkan ke bidang agama. Aktivitas mengaji pun diterapkan orang tuanya secara disiplin sejak Taman Kanak-Kanak hingga Depe akhirnya masuk ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif, Jember. Namun, saat lulus dari sekolahnya itu, Depe justru memilih sekolah umum di SMPN 1 Jember. Seiring berjalannya waktu, siapa sangka akhirnya saat kelas 3 SMP, dirinya justru pindah sekolah ke SMPN 1 Giri, Banyuwangi.

Bukan tanpa alasan, Depe pindah sekolah lantaran sering membolos sekolah. Atas pantauan kedua orang tuanya, usai lulus dari SMP, Depe pun kembali ke Jember dan bersekolah di SMAN 3 Jember. Masa remajanya itulah Depe terlihat sebagai ABG pemberontak. Karenanya, sang ayah yang berprofesi sebagai polisi dan concern dengan kegiatan keagamaan sampai kewalahan menghadapi putri bungsunya.

Saat remaja, Depe pun mempunyai seorang "calo" yang membawanya menyanyi di kampung-kampung. Upah paling mahal yang diterimanya untuk sekali manggung saat itu adalah Rp 100 ribu. Namun, upah Rp 100 ribu itu harus Depe bagi pada sang calo dan untuk sewa kostum. Hal itu bukan masalah bagi Depe, lantaran bukan hasil yang diinginkannya, melainkan kepuasan diri karena telah menyalurkan hasrat menyanyi dan menari di atas panggung.

Pertentangan pun kian terjadi, terlebih dari sang ayah. Posisi penting yang saat itu disanding sang ayah serta alasan moral menjadi pertentangan tersendiri bagi Depe menyanyi. Didikan yang keras dari sang ayah semakin membuat Depe ingin menyalurkan hasratnya di panggung. Berbeda saat berada di panggung, Depe lebih terlihat tenang ketika berada di kediamannya.

Penyaluran hasratnya pun semakin membuat Depe kucing-kucingan dengan sang ayah. Hal tersebut pun berlangsung sampai bertahun tahun. Hingga suatu hari, Depe tak bisa melupakan cara orang tuanya yang berusaha keras menghentikan mimpinya menjadi penyanyi dengan cara irasional, yakni meminum air seni sang ibu. Ia pun tak gentar menerima tantangan kedua orang tuanya.

Sebelum meminum yang diberikan sang ibu, Depe melontarkan keinginannya untuk menjadi orang terkenal. Usai sang ibu mengiyakan permintaan Depe, ia berharap anaknya itu dapat dikenal karena melakukan hal positif. Merasa dituduh melakukan hal negatif, Depe pun kecewa dan akan membuktikan bahwa dirinya suatu saat akan sukses.

Kekecewaan sang ayah semakin menjadi-jadi usai Depe nekat naik ke panggung saat berada di Paguyuban SARAS, perkumpulan lintas agama tahun 2004. Dengan pakaian seksinya, Depe sontak mengejutkan ibu dan ayahnya yang telah bergelar haji. Seusai acara, kedua orang tua Depe menyalurkan kekecewaannya pada putrinya. Meskipun demikian, Depe bersikeras untuk menggapai mimpinya hingga dirinya memohon pada sang ayah.

Sempat mempunyai tunangan, Mahasiswa Akademi Kepolisian, Yani saat usia sekolah, ia tak ingin buru-buru menikah. Ia tetap ingin menyanyi dan memilih untuk pergi ke Jakarta dengan restu sang tunangan.

Saat di Jakarta, perjuangannya pun tak mudah. Ia bahkan mengamen di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Hingga pada suatu ketika, Depe dipertemukan dengan Yogi, seorang pencari bakat. Perlahan, Depe mulai tampil di Televisi.

Keberanian di atas panggung membuat Depe semakin dikenal masyarakat. Namun, karena hal itu pula berbagai sensasi mulai bermunculan. Bahkan, Depe bungsu dari empat saudara itu kerap menerima pencekalan karena aksi beraninya di panggung. Namun, hal tersebut tak membuat nyali Depe surut.

Yogi pun menyeimbangkan sensasi yang ditimbulkan Depe dengan prestasi. Single "Bintang Pentas" semakin mengukuhkan nama Depe sebagai penyanyi di samping goyang gergaji dan aksi beraninya di panggung. Kariernya sebagai seorang penyanyi pun tak diangkat karena gebrakan album. Ia seolah melompat dari single satu ke lainnya.

Beberapa single termasuk "Hikayat Cinta" (feat. Glenn Fredly) (2008) dan "Diam Diam" (feat. Ahmad Dhani) (2010) turut mewarnai karier Depe di industri hiburan. Sisanya, keartisan Depe dikuatkan dengan beberapa film horor.

Hingga kini, nama Depe semakin lekat di telinga masyarakat Tanah Air. Ia telah membuktikan bahwa kegigihan dan perjuangannya selama ini tak berujung sia-sia. Bahkan, mantan istri Saiful Jamil itu sekarang dapat menikmati jerih payahnya.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel