Heboh Kisah 'Murid Gila', Fredy Menangis Berkali-Kali Lihat 65 Gurunya Berlibur ke Luar Negeri

Foto: Heboh Kisah 'Murid Gila', Fredy Menangis Berkali-Kali Lihat 65 Gurunya Berlibur ke Luar Negeri
WowKeren dan Kanal247


Kisah 'Murid Gila' menjadi viral, Fredy mengaku terganggu dan merasa tidak pantas menuai beragam pujian yang dilotarkan oleh publik.

Kanal247.com - Kisah "Murid Gila" Fredy Chandra belakangan memang ramai dibicarakan oleh publik. Ia diketahui telah memberangkatkan sebanyak 65 guru SD, SMP dan SMA-nya untuk berlibur ke luar negeri, Malaysia dan Singapura. Tidak tanggung-tanggung, mulai biaya paspor hingga uang saku semua diberikan oleh Fredy.


Baca juga ...

Keputusan Fredy untuk memberangkatkan puluhan gurunya tentu membuat para pengajar itu merasa sangat bahagia dan juga terharu. Tidak hanya itu, publik juga menyambut positif, bahkan beragam pujian juga mengalir. Mereka merasa salut atas kemurahan hati pria tersebut.

Fredy sendiri tidak menyangka kisahnya memberangkatkan guru bisa menjadi viral. Melalui akun media sosialnya baru-baru ini Fredy mengatakan jika ia merasa tidak pantas dan justru merasa sungkan telah mendapat banyak pujian. Baginya yang pantas disebut "gila" itu justru para guru yang mengabdikan dirinya untuk mencerdaskan anak bangsa.

"Yang 'gila' itu adalah Bapak Ibu guru yang mengabdi di sekolah-sekolah, madrasah, PAUD, baik di kota, di daerah dan daerah terpencil dengan gaji pas-pasan dan herannya masih mau ngajar, itu baru gila!!! 'Kegilaan' para guru itulah yang membuat saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada guru saya dengan mengajak berwisata bersama, melalui tulisan Bapak Sulikin bertajuk 'Muridku Gila' yang saya pikir 'ah palingan bocor halus' eh malah 'mbledos' jadi viral dan ….. malah saya yang dipuji (kalau guru yang memuji saya terima deh), dikasih sanjungan teman-teman dan berbagai pihak '…hebat kamu Fred..', '….salut sama kamu…', '…kamu luar biasa…'," bunyi potongan tulisan Fredy. "Beberapa hari ini, saya mencoba dengan sekuat tenaga berusaha menerima pujian-pujian itu, ngga tau bagaimana tapi mulai dari rasa segan sampai perasaan malu selalu muncul tiap kali ada pujian disampaikan, tetapi pada akhirnya hati nurani saya tidak bisa menerima sanjungan tersebut."

Lebih lanjut, Fredy mengaku jika dirinya sudah senang bisa membahagiakan para gurunya. Saking terharunya, ia bahkan sempat menangis melihat guru-gurunya yang tertawa-tawa gembira. Ia tidak ingin hal tersebut kemudian menjadi teralihkan dengan puja-puji yang menurutnya tidak pantas diterimanya.

"Cukup bagi saya menjadi alumni yang bisa bahagia menikmati air mata yang menetes ketika melihat foto-foto dan video gurunya yang tertawa lepas dan bahagia menikmati waktu berwisata bersama-sama yang mungkin jarang didapat selama aktif mengajar, saya bisa menangis terharu, saya bisa memeluk guru saya, ketawa-ketiwi, meminta selfie, memposting foto saya bersama guru, tanpa saya 'diganggu' oleh puja-puji yang tidak sepatutnya saya terima," imbuh Fredy.

Sementara itu, seperti diketahui kisah Fredy sendiri terungkap dari kisah yang dituliskan oleh Kepala Sekolah SMA yang bernama Sulikin. Ia menyebut pria yang pernah diajarnya tersebut sebagai "Murid Gila".

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel

Loading...