Rano Karno Ungkap Alasan Mengapa 'Si Doel The Movie' Syuting di Belanda

Foto: Rano Karno Ungkap Alasan Mengapa 'Si Doel The Movie' Syuting di Belanda
WowKeren dan Kanal247


Proses syuting yang dilakukan di Belanda merupakan kisah lanjutan dari 'Si Doel Anak Sekolahan'.

Kanal247.com - Sinetron yang booming di era 90-an, "Si Doel Anak Sekolahan" resmi diangkat ke format layar lebar dengan judul "Si Doel The Movie". Proses syuting sendiri telah dilakukan oleh para pemain sejak beberapa minggu yang lalu.


Baca juga ...

Melalui sebuah konferensi pers, Rano Karno menceritakan sedikit alur cerita "Si Doel The Movie" sekaligus menginformasikan kepada publik bahwa 70% lokasi syutingnya akan dilakukan di Belanda.

"Insya Allah, si Doel akan saya lanjutkan kerjasama dengan Falcon. Insya Allah akhir November akan ke Belanda untuk hunting lokasi karena 70 persen cerita ini ada di sana, 30 persen di Indonesia," kata Rano Karno, Minggu (29/10). "Kali ini barangkali saya harus tampil dengan bahasa yang beda, karena ada framing yang harus saya capai biar penonton lihatnya beda, walaupun secara basic tentang Doel. Insya allah, syuting Belanda maret, karena Mbak Cornelia si sarah sedang susun skripsi akhir Februari selesai. Syuting di sana, Maret atau April. Selain Mbak Sarah selesai dan musim kembang tulip berbunga Maret - April."

Terkenal dengan sebutan 'Anak Betawi Asli', pemilihan lokasi di Belanda tentunya menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik. Namun rupanya keputusan ini terkait dengan alur cerita sinetron terdahulu.

"Dulu waktu Sarah tinggalin Doel itu pergi ke Belanda. Sebenernya kalau mau ada kelanjutan dulu seharusnya Doel nyusul ke sana. Tapi tau sendiri waktu itu Doel belum punya uang ke Belanda," lanjut pria beurmur 57 tahun tersebut. "Inilah saya jawab, artinya Karena dalam waktu sekian waktu saya harus jawab sambungannya ke sana."

Selain menceritakan kisah lanjutan antara Doel dan Sarah (Cornelia Agatha), "Si Doel The Movie" juga akan mengungkapkan tuntas nasib emak (Aminah Cendrakasih). Hal ini menjadi sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh Rano Karno selaku pemeran utama.

"Dalam waktu 1,5 jam ceritanya saya harus menjawab bagaimana nasib Sarah, bagaimana nasib emak, bagaimana nasib si Doel gimana. Kalau dikatakan romantis ya orang berfikir Doel, Sarah, Zaenab pasti romantis," papar mantan Gubernur Banten tersebut. "Tapi yang berangkat ke Belanda Doel dan Mandra. Kalau romantis Doel yang ngaconya Mandra. Tetep ada komedi, cuman balik lagi Doel itu bukan cerita komedi, dia drama, cuman karena waktu itu ada almarhum Karyo, Mandra apalagi ada kekuatan babeh jadi ada kekuatan komedi. Tapi dia bukan soal komedi selektif yang jatuh bangun. Doel bukan seperti itu.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel

Loading...