Hidup Menderita di Masa Tuanya, Mirisnya Laila Sari Sering Kelaparan

Foto: Hidup Menderita di Masa Tuanya, Mirisnya Laila Sari Sering Kelaparan Instagram



Adik Ipar mengatakan jika Laila Sari bahkan harus beberapa kali berhutang ke warung hanya demi membeli makanan.

Kanal247.com - Kabar duka datang dari industri hiburan Tanah Air. Aktis senior Laila Sari meninggal dunia di usianya yang ke-82 tahun pada Senin (20/11) pukul 19:50 WIB. Kabar tersebut banyak tersebar melalui media sosial dan juga pesan broadcast.

Kepergian Laila Sari tak bisa dipungkiri meninggalkan duka mendalam, tidak hanya untuk keluarga yang ditinggalkan namun juga masyarakat Indonesia kebanyakan. Apalagi ia merupakan salah satu pekerja seni yang telah lama malang melintang melakoni beragam peran dan membintangi banyak karya selama hidupnya.

Meski sempat menuai popularitas luar biasa, Laila Sari diketahui hidup dengan kondisi yang cukup memprihatinkan di masa tuanya. Sang adik ipar, Darsih mengatakan jika almarhumah yang hanya menggantungkan hidupnya pada penghasilan dari dunia hiburan harus mengalami kelaparan dan juga sengsara setelah pekerjaannya tidak lagi seperti dulu.

"(Sering kelaparan) dalam artian sebenernya iya. Kita gamblang ajalah. Aku di Tambun. Jarak aku kan jauh. Kami punya kesibukan sendiri," ujar Darsih di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat pada Selasa (21/11) seperti dilansir dari Okezone. "Kadang dua tiga hari aku datang. Berbuat apa yang bisa meringankan. Kadang bawa sembako. Aku kadang juga beri uang."

Baca juga ...

Tidak hanya itu, wanita yang akrab disapa Mak Laila tersebut terkadang sampai berhutang ke warung untuk membeli makanan. Darsih mengatakan jika almarhumah juga tidak memiliki kompor sehingga terpaksa harus selalu membeli lauk-pauk di luar.

"Enggak dalam satu minggu enggak makan. Kan kami pasti perhatikan juga. Kadang utang dulu di warung. Mak laila kadang nol, dalam artian bener-bener nol," imbuhnya. "Kadang dalam satu bulan satu kali (dapat penghasilan), tapi kan ada bantuan. Ketulungan ada nasi di rumah. Tapi dia enggak ada kompor jadi harus beli lauk."

Dalam dua bulan terakhir, Mak Laila memang sempat mendapatkan pekerjaan untuk tampil sebanyak dua kali. Namun penghasilan yang didapatnyapun tidak cukup untuk menutupi pengeluaran sehari-hari. "Makin ke mari makin susah. Kita baru dua bulan lalu terima. Kemarin ini baru ada. Memang sudah berkurang sekali. Ini yang jadi pikiran kami, saya dan anak angkatnya. Gimana menambal ini," pungkasnya.

Sementara itu, Laila Sari sendiri diketahui meninggal dunia di kediamannya yang berlokasi di Jalan Badila I, No. 1, RT 003/04, Tangkiwood, Jakarta Barat. Ia dimakamkan di TPU Karet Bivak satu liang lahat dengan suami yang telah meninggal lebih dulu.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel