Menangkan Gugatan Rumah Senilai Rp 20 M, Farhat Abbas-Nia Daniati Kini Tinggal 'Bersama'

Foto: Menangkan Gugatan Rumah Senilai Rp 20 M, Farhat Abbas-Nia Daniati Kini Tinggal 'Bersama'



Farhat Abbas mengatakan bahwa dirinya masih mengalami kerugian meski sudah mendapatkan setengah dari rumah bersama Nia Daniati.

Kanal247.com - Farhat Abbas diketahui pernah menikah dengan Nia Daniati pada 2002. Namun pernikahan mereka kandas pada tahun 2014. Meski begitu perkara gono-gini diantara keduanya rupanya justru baru selesai.


Baca juga ...

Baru-baru ini terungkap bahwa Farhat telah memenangkan gugatan atas rumah mereka di kawasan Kemang, Jakarta Selatan senilai Rp 20 Miliar. Kini rumah mewah itu harus disekat menjadi dua dan Farhat dan Nia kembali tinggal serumah.

"Jadi rumah sekarang dibatasi di bagian tengahnya. Kalau rumah ini dibelah jadinya rumah kecil sederhana. Kalau Nia Daniaty bosan di rumah sebelah dan mau ke rumah sebelah boleh kok. Tapi kamarnya beda, antara dia, saya dan Angga," ujar Farhat dalam keterangannya baru-baru ini.

Meski tinggal satu rumah dan sudah disekat, pengacara itu dan mantan istrinya ternyata memiliki perjanjian lainnya. Salah satunya adalah mereka tidak boleh saling ikut campur termasuk jika masing-masing memiliki pasangan lagi. "Perjanjiannya ya kalau masing-masing punya pasangan kita tidak boleh saling kepo-lah ya," imbuh Farhat lagi.

Meski diberitakan telah memenangkan gugatan harta gono-gini, Farhat sendiri justru mengatakan bahwa dirinya kalah. Pasalnya ia masih merasa dirugikan dan hanya mendapatkan setengah dari kekayaannya.

"Saya nggak bilang menang tapi kalah. Saya mengalah karena punya saya setengah semuanya saya berikan kepada Nia Daniaty. Jadi persepsi masyarakat tolong ya. Harta Nia itu utuh, yang di Bekas yang punya dia sebelum menikah dengan saya itu utuh," terang Farhat.

Pengacara kontroversial ini mengatakan bahwa dirinyalah yang mengalah dan menyerahkan setengah dari hartanya untuk mantan istri. Bahkan menurutnya, justru Nia Daniatilah yang sudah merebut beberapa kekayaan pribadinya. Oleh karena itu ia menyebut kemenangannya atas rumah di Kemang adalah suatu kekalahan.

"Yang jadi persoalan adalah milik-milik saya yang oleh Nia ingin diambil semua tapi oleh pengadilan, saya dapat setengah, Nia dapat setengah. Jadi saya mengalah untuk menyerahkan setengah yang saya miliki. Tolong saya luruskan," pungkasnya.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel