Ini Alasan Tasya Kamila Lebih Senang Habiskan Waktu di Perpustakaan Ketimbang Kafe

Foto: Ini Alasan Tasya Kamila Lebih Senang Habiskan Waktu di Perpustakaan Ketimbang Kafe Instagram



Bagi Tasya Kamila, perpustakaan merupakan tempat favorit untuk berkumpul dan berdiskusi.

Kanal247.com - Sebagai generasi muda, Tasya Kamila mengaku telah membiasakan dirinya untuk berkunjung ke perpustakaan. Bagi Tasya, perpustakaan bukan tempat yang menjenuhkan seperti anggapan beberapa orang.

Saat masih menjadi mahasiswa pun, Tasya beserta teman-temannya justru kerap kali berkumpul dan berdiskusi mengenai beberapa ide di perpustakaan. Tasya mengatakan bahwa perpustakaan merupakan salah satu tempat favoritnya.

"Perpustakaan adalah tempat belajar dan tempat berkumpul favorit aku selama aku belajar 2 tahun di Amerika, dan selama 4 tahun aku belajar di Depok di Universitas Indonesia," ucap Tasya saat menjadi pembicara dalam acara Festival Lapak Perpuseru di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. "Perpustakaan menjadi tempat yang paling asyik buat ngumpul, apalagi buat anak-anak mahasiswa."

Perempuan yang baru saja menikah pada bulan Agustus lalu juga mengutarakan alasannya memilih perpustakaan sebagai tempat berkumpul dibandingkan kafe. Menurut Tasya, kafe merupakan tempat yang bising sehingga tak cocok digunakan untuk berdiskusi.

Baca juga ...

"Kalau ke coffe shop, kita harus beli dulu kopi, belum spending lagi, kadang-kadang kalau kita ngobrol atau diskusi juga berisik sekitarnya, belum lagi kalau ada musik," ungkap Tasya. "Jadi conversation enggak bisa terjadi."

Lain halnya dengan perpustakaan, tempat itu dinilai Tashya sebagai surga untuk lebih produktif dalam mencari inspirasi. Suasana di dalamnya juga lebih tenang dan nyaman.

"Karena sumber inspirasi seperti buku, atau pun informasi dari internet segala macam itu tersedia," tutur Tashya. "Juga suasananya mendukung di sana orang-orangnya serius sambil belajar, atau juga sambil berdiskusi, memacu kita sendiri untuk produktif."

Sementara itu, sebagai seorang yang berpendidikan tinggi, Tasya merasa bahwa minat baca di kalangan masyarakat perlu ditumbuhkan sejak dini. Paling tidak, mereka harus kerap kali dibacakan buku cerita. Sehingga nantinya hal itu akan memicu sang minat baca sang anak seiring bertambahnya usia.

"Nah kalau aku sendiri cara menumbuhkan minat baca diawali dari bacaan ringan dulu seperti novel," kata Tasya. "Kemudian selanjutnya kalau misalkan ada suatu ide dan mau merealisasikannya, maka kita mencoba baca buku tentang orang yang pernah sukses di bidang tersebut."

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel