Mendirikan PAUD, Murid Yuni Shara Bisa Bayar Pakai Sayur dan Buah

Foto: Mendirikan PAUD, Murid Yuni Shara Bisa Bayar Pakai Sayur dan Buah Instagram



Ini alasan Yuni Shara memilih mendirikan PAUD di kota kelahirannya.

Kanal247.com - Yuni Shara merupakan salah satu penyanyi senior yang masih eksis hingga saat ini. Selain sibuk di industri musik, Yuni rupanya juga peduli dengan berbagai kegiatan sosial.

Kakak dari diva Indonesia, Krisdayanti itu diketahui telah mendirikan sekolah pendidikan usia dini (PAUD) untuk anak-anak kurang mampu di kota asalnya, Batu, Malang, Jawa Timur. PAUD tersebut ia beri nama Cahaya Permata Abadi.

Bukan tanpa alasan, Yuni memilih untuk mendirikan sekolah lantaran dirinya senang jika kehadirannya di dunia ini bisa bermanfaat untuk orang lain. Terlebih Yuni merasa bahwa muridnya bisa memberikan energi positif untuk hidupnya.

"Puncak kebahagiaan kita kan saat seorang susah dan kita tolong," ujar Yuni Shara saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (8/10). "Saya enggak tahu saya mempunyai energi kalau melihat anak-anak."

Bahkan untuk duit SPP, Yuni tak pernah menargetkan murid-muridnya untuk membayar. Orangtua para muridnya hanya perlu menyisihkan duit sebesar Rp 5 ribu saja. Dan jika tak mampu, mereka cukup membayar sekolah dengan buah dan sayuran.

Meski begitu, ia enggan untuk meminta bantuan dana kepada pemerintah daerah. Yuni merasa malu jika harus meminta-minta. Ia mengaku bahwa sekolah itu didirikan dengan dananya sendiri.

Baca juga ...

"Kadang mereka (murid PAUD) bayarnya pakai sayur dan buah gitu," ungkap Yuni. "Saya itu malu kalau minta-minta (meminta dana ke pemerintah daerah)."

Sementara itu, bangunan sekolah yang didirikan oleh Yuni tersebut rupanya masih mengontrak. Sehingga saat melaksanakan upacara, Yuni terpaksa harus meminjam tempat lain.

Hal itu terkadang membuat hati Yuni sedih. Namun ia tak lantas putus asa begitu saja, Yuni tetap berjuang dan sedikit demi sedikit mengumpulkan duit hasil manggungnya untuk membangun sekolahnya.

"Karena sekolahnya (yang saya bangun) memang ngontrak," tutur Yuni Shara. "Terus saat saya lagi pidato, saya ngomong sama anak-anak mudahan suatu saat kita bisa upacara, anak-anak jawab 'Di sekolahan ya Bunda'. Itu saya yang, kalau orang Jawa bilang, agak sedih."

Kendati demikian, Yuni pun berharap nantinya akan ada para donatur yang bersedia menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu sekolah PAUD tersebut. Dana itu juga nantinya akan digunakan untuk kepentingan sekolah.

"Kalau ada yang menyumbang, sedekah, ya monggom," pungkas Yuni Shara. "Ini kalian sedekah buat sekolah. Jadi, kalau misalnya mau bantu, ya alhamdulillah."

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel