Sitkom 'YG FSO' Diprotes Usai Tampilkan Adegan yang Dinilai Rasis, Yang Hyun Suk Minta Maaf

Foto: Sitkom 'YG FSO' Diprotes Usai Tampilkan Adegan yang Dinilai Rasis, Yang Hyun Suk Minta Maaf Kpopmap



Beberapa adegan dalam sitkom tersebut membuat para fans Tiongkok tersinggung dan memprotes ke Yang Hyun Suk.

Kanal247.com - Belum lama ini YG Entertainment meluncurkan sitkom original yang berjudul, "YG Future Strategy Office". Sitkom yang disiarkan oleh Netflix ini sendiri disutradarai oleh PD Park Joon Soo yang sebelumnya pernah menggarap seri "The God of Music".

"YG Future Strategy Office" menceritakan tentang Seungri Big Bang yang diturunkan posisinya dan dipindahkan ke departemen YG Future Strategy Office. Sitkom ini akan menampilkan usaha Seungri dalam mendapatkan kembali perhatian Yang Hyun Suk serta posisi lamanya dengan memajukan YG Entertainment.

Namun, belum lama ini "YG Future Strategy Office" mendapatkan kritikan tajam. Kamis, 11 Oktober 2018, media outlet Tiongkok, Sina, melaporkan bahwa sitkom tersebut menggunakan peta Tiongkok dengan tidak benar dan memiliki beberapa adegan yang dinilai merendahkan negara tersebut.

Adegan yang Dinilai Rasis-1

Sumber: Soompi

Salah satunya adalah adegan saat beberapa pria dalam balutan setelan Tiongkok di tangkap dan diikat. Setelahnya, salah satu pria itu pun mengatakan, "Aku adalah seekor babi."

Adegan yang Dinilai Rasis-2

Sumber: Soompi

Baca juga ...

Hal ini tentu saja membuat banyak fans di Tiongkok sangat geram. Mereka pun segera membanjiri akun Instagram Yang Hyun Suk dengan berbagai protes.

Tak lama setelahnya, bos YG Entertainment itu pun angkat bicara. Melalui postingan yang diunggah pada Kamis, 11 Oktober 2018, Yang Hyun Suk pun meminta maaf.

"Dengan tulus kami meminta maaf pada para fans Tiongkok," tulis Yang Hyun Suk. "Kami telah memberitahukan pada staff produksi untuk membetulkan dan menghapus adegan-adegan yang bermasalah itu. Kami akan lebih berhati-hati lagi ke depannya."

Sementara itu, sitkom "YG Future Strategy Office" memang telah mendapatkan kritikan sejak dirilis pada tanggal 5 Oktober yang lalu. Pasalnya, tak sedikit yang memprotes banyaknya adegan berbau pelecehan seksual yang membuat beberapa pihak tidak nyaman dan mengkritik.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel