Cerita Daniel Mananta Bintangi 'A Man Called Ahok', Sempat Ingin Mundur Hingga Disemprot Ahok

Foto: Cerita Daniel Mananta Bintangi 'A Man Called Ahok', Sempat Ingin Mundur Hingga Disemprot Ahok Instagram
WowKeren dan Kanal247


Daniel Mananta mengatakan bahwa dirinya sempat merasa tertekan harus memerankan karakter Ahok dalam film 'A Man Called Ahok'.

Kanal247.com - Presenter Daniel Mananta kembali ke layar lebar. Ia didapuk untuk memerankan karakter mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja alias Ahok. Ini merupakan proyek film pertamanya dimana ia menjadi pemeran utama.


Baca juga ...

Baru-baru ini, Daniel menceritakan jika menjadi pemeran utama dalam film bukan perkara yang mudah. Apalagi ia juga harus beradu akting dengan sejumlah aktor terkenal lainnya seperti Donny Damara, Ferry Salim, Denny Sumargo dan Chew Kin Wah. Bahkan Daniel mengungkap dirinya sempat ingin mundur.

"Jujur banget ini mungkin agak spiritual, gue sebenernya enggak PD (percaya diri) banget ketika hari pertama reading, gue baca skripnya, dan jujur gue lihat peran ini cukup berat, berat banget," ungkap Daniel di press screening film A Man Called Ahok di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/11). "Gue sempat telepon manajer gue buat mundur (perankan Ahok) karena gue takut banget. Gue adalah aktor yang lemah."

Beruntung orang-orang terdekatnya terus mendukungnya sehingga ia bisa ia bisa menyelesaikan syuting di baik. "Tapi manajer gue bilang 'justru itu, lo dipilih jadi aktor di saat yang tepat, tapi melalui kekuatan yang diberi Tuhan saat ini. Kalau memang jalannya Tuhan, lo akan terlihat sebagai aktor hebat'. Nah setelah itu gue dapat banget confidence-nya," tutur Daniel.

Lebih lanjut, Daniel mengatakan bahwa dirinya melakukan berbagai upaya untuk mendalami perannya sebagai Ahok. Selain melakukan riset, presenter popular itu mencoba mengikuti gaya dan kebiasaan Ahok.

"Nah terus gue minta ke Pak Tuta casting sekali lagi, dan di situ gue riset banget tentang Pak Ahok. Gue nonton YouTube-nya semua. Setiap hari selama 30 hari gue benar-benar (mencoba) tiap 5 menit (sehari) jadi Pak Ahok," ucap Daniel. "Ke mana-mana pakai kaus polo, baju dimasukkin, pakai kacamata, rambut gue miringin, kemana-mana dengerin lagu mandarin, suara gue serak-serakin, sampai akhirnya gue ngerasalah dan enggak aneh lagi untuk jadi Ahok."

Tidak hanya itu saja, demi film ini ia juga harus menambah berat badannya. Bahkan ia menceritakan sempat disemprot Ahok ketika mengunjunginya ke Mako Brimob lantaran mengenakan body suit.

"Gue nambahin berat badan 5-6 kilo. Perutnya memang buncit karena pakai body suit. Kebetulan gue ke Mako Brimob ketemu Pak Ahok dengan body suit tersebut. Pak Ahok lihat, dia marah-marah," kata Daniel Mananta. "Itu kamu pakai body suit ya? Ini ngejek ini, saya enggak segendut itu."

Bagi Daniel sendiri ia mengaku peran dalam film "A Man Called Ahok" merupakan kehormatan untuknya. Apalagi ia memang sangat mengagumi sosok Ahok. "Kecintaan gue pada Ahok memang lebih dari sekedar gestur, tapi (sampai ke) misi dia terhadap Indonesia dan kecintaan dia dengan indonesia. Hal itu mungkin sama seperti kecintaan gue pada Indonesia," ungkap Daniel.

Sementara itu, "A Man Called Ahok" sendiri merupakan adaptasi dari buku karya Rudi Valinka dengan judul yang sama. Film yang disutradari oleh Putrama Tuta ini menceritakan tentang hubungan Ahok dengan ayahnya hingga pandangan hidup hingga akhirnya ia terjun ke dunia politik.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel

Loading...