1 Murid SMP Dikeroyok 12 Siswi SMA, Prilly Latuconsina Hubungi UNICEF Indonesia

Foto: 1 Murid SMP Dikeroyok 12 Siswi SMA, Prilly Latuconsina Hubungi UNICEF Indonesia Instagram
WowKeren dan Kanal247


Tak hanya menunjukkan rasa simpati dengan kasus bullying yang dialami Audrey, Prilly Latuconsina bahkan menghubungi UNICEF Indonesia untuk keadilan sang korban.

Kanal247.com - Perhatian para figur publik Tanah Air kini tengah terfokus dengan kasus penganiayaan yang dialami Audrey, seorang siswi SMP di Pontianak. Kali ini giliran artis cantik Prilly Latuconsina yang mengungkapkan simpati terkait kasus bullying antar remaja tersebut.


Baca juga ...

Prilly juga turut menunjukkan perhatian khusus terhadap korban bullying yang berujung pada kekerasan secara fisik itu. Tak tinggal diam, ia bahkan menghubungi pihak UNICEF Indonesia untuk berbagi pendapat mengenai kasus Audrey ini.

Kekasih Maxime Bouttier ini pernah menjadi bagian dari kampanye yang menyuarakan tentang kasus perundungan. Prilly bersama tim UNICEF Indonesia rupanya sempat melakukan kampanye anti-bullying. Kini ia mengaku terkejut mendengar kasus bullying masih terjadi lagi.

Lebih lanjut, Prilly menuturkan bahwa masyarakat harus lebih bisa menjaga emosi dalam mengadili kasus ini. Hal ini lantaran, kasus bullying yang baru saja terjadi tersebut melibatkan anak-anak sebagai pelaku dan korban.

“Barusan banget aku berhubungan (komunikasi) dengan UNICEF Indonesia, aku tanya sama dia gimana tanggapannya dan apa yang harus aku lakukan,” tutur Prilly kepada tim Kompas, Kamis (11/4). “Karena menghadapi kasus ini kita enggak boleh emosi dan marah-marah juga. Kita lihat perspektif penegak hukum dan Komnas Anak. Kita lihat UUD Perlindungan Anak.”

Aktris 22 tahun tersebut menegaskan bahwa pelaku tetap harus mendapat hukuman dalam bentuk apapun. Hal ini diharapkan akan dapat menegakkan hukum dan memberikan keadilan kepada korban.

“Saat ini yang bisa aku bantu menguatkan Audrey dan menyadarkan bully itu salah, dan mendorong pemerintah dan penegak hukum untuk membuat sistem peradilan anak,” sambung Prilly. “Kalau bukan hukuman pidana karena di bawah umur tapi paling enggak ada hukuman yang tegas. Bisa terjadi hal itu karena faktor lingkungan dan didikan orangtua.”

Pemain film “Danur” tersebut rupanya juga memiliki keinginan untuk bisa langsung menyambangi Audrey di Pontianak. Ia mengatakan akan tetap mencoba menghubungi melalui sambungan telepon atau video call jika tidak dapat menemukan waktu luang. Prilly hanya berharap bahwa sang korban tahu bahwa dirinya kini telah mendapat banyak dukungan dari berbagai kalangan.

Komentar Anda

Topik Berita

Rekomendasi Artikel

Loading...