Yoo In Suk Akhirnya Ngaku Ada Mediasi Prostitusi Tahun 2015, Seungri Ngotot Bantah Semua Tuduhan

Foto: Yoo In Suk Akhirnya Ngaku Ada Mediasi Prostitusi Tahun 2015, Seungri Ngotot Bantah Semua Tuduhan Dispatch
WowKeren dan Kanal247


Muncul kabar terbaru terkait kasus prostitusi yang dihadapi oleh Seungri. Mantan CEO Yuri Holdings, Yoo In Suk, mengaku ada mediasi prostitusi di tahun 2015 lalu. Namun Seungri tetap membantah tuduhan tersebut.

Kanal247.com - Muncul kabar terbaru dari satu persatu kasus yang dihadapi oleh Seungri. Seungri yang terlibat di banyak skandal mulai dari kasus klub Burning Sun, prostitusi, hingga grup chat video mesum masih menjalani pemeriksaan lanjutan.


Baca juga ...

Dilansir dari Soompi, terungkap bahwa mantan CEO Yuri Holdings, sekaligus rekan bisnis Seungri, Yoo In Suk, mengaku adanya mediasi prostitusi dengan investor Jepang di tahun 2015 dan adanya pembayaran layanan seksual yang dilakukan.

Seungri dan Yoo In Suk sama-sama diundang pada pemeriksaan polisi terkait dugaan tersebut. Terutama, mereka diwawancara tentang investor Jepang yang berkunjung ke Korea dan menggelar pesta di bulan Desember 2015.

Sebelum tanggal 23 April lalu, Seungri dan Yoo In Suk sama-sama ngotot membantah tuduhan adanya layanan prostitusi. Namun, setelah polisi menunjukkan bukti rekaman transaksi antara Yoo In Suk dan seorang wanita, Yoo In Suk mengatakan 'Aku minta maaf' dan mengakui semua tuduhan.

Seungri sendiri masih membantah keras tuduhan tersebut. Polisi menemukan bukti Seungri membayar hotel sebesar 30 juta Won (Rp 366 juta) sebagai tempat menginap investor dengan layanan prostitusi dibayar dengan kartu milik perusahaan YG Entertainment. Seungri mengelak, "Itu bukan untuk layanan prostitusi."

Idol kelahiran tahun 1990 ini hanya menyebutkan bahwa ia mendapatkan layanan terbaik dari investor selama di luar negeri dan ingin membalas budi dengan membayar penginapan investor selama di Korea. "Aku tidak tahu ada prostitusi," akunya.

Sumber dari YG Entertnment juga merespon kabar Seungri membayar penginapan investor Jepang menggunakan kartu perusahaan. "Pengeluaran pribadi (lewat kartu) tidak terkait dengan pekerjaan Seungri dibayarkan oleh Seungri sendiri," jawabnya.

Sementara itu, polisi masih menjalani penyelidikan terkait tudingan layanan prostitusi oleh Seungri lewat pesta ulang tahunnya di Palawan tahun 2017 lalu. Seungri mengaku ia hanya membiayai akomodasi para wanita dari tempat hiburan dewasa di pestanya bukan untuk layanan prostitusi. Simak terus kabar perkembangan kasus Seungri hanya di sini ya...

Komentar Anda

Tags

Topik Berita

Rekomendasi Artikel

Loading...