Dakwah di Negara Non Muslim, Peggy Melati Sukma Dikejar-Kejar Hingga Ditahan

Foto: Dakwah di Negara Non Muslim, Peggy Melati Sukma Dikejar-Kejar Hingga Ditahan Instagram



Peggy Melati Sukma rupanya pernah dikejar-kejar hingga ditahan saat tengah berdakwah di sebuah negara non muslim lantaran penampilannya yang mengenakan cadar.

Kanal247.com - Sejak memutuskan untuk hijrah, aktris Peggy Melati Sukma juga mantap menjadi seorang pendakwah. Tak hanya di Tanah Air, ia rupanya telah berkeliling dunia untuk menyebarkan nilai-nilai agama Islam.

Profesi mulianya itu tentu tak berjalan mulus begitu saja. Ia lantas menuturkan berbagai pengalaman tak menyenangkan yang pernah dialaminya selama menjadi seorang dai. Mulai dari perusakan spanduk hingga aksi pengusiran dan pembatalan kontrak secara sepihak.

“Nggak usah ditanya, di tahap-tahap awal berdakwah saya mengalami diusir, dilarang, spanduk dan semuanya dicopot,” papar wanita kelahiran Cirebon tersebut, Senin (29/4). “Saya mengalami yang namanya dibatalkan sepihak. Saya mengalami semuanya.”

Berbagai bentuk penolakan rupanya sudah pernah ia rasakan. Peggy mengaku hal tersebut lebih sering terjadi terutama saat dirinya berdakwah di negara yang mayoritas penduduknya bukanlah pemeluk agama Islam.

Baca juga ...

Namun hal tersebut rupanya tak pernah memancing emosi Peggy. Ia menganggapnya sebagai salah satu kehendak tuhan yang diberikan kepadanya.

“Ya sudah Allah maunya gitu. Kita nggak boleh marah,” tandasnya. “Saya mengalami hal seperti itu, termasuk di berbagai negara, termasuk negara yang resistant terhadap Islam dan saya mengalami macam-macam.”

Tak sampai disitu, Peggy rupanya juga pernah ditahan. Hal itu terjadi saat dirinya berada di perbatasan wilayah konflik. “Saya pernah terjebak di wilayah konflik, saya pernah ditahan cukup lama ya, di perbatasan daerah konflik dan sebagainya,” sambung wanita 42 tahun tersebut.

Upaya penahanan terhadapnya rupanya tak terjadi sekali. Peggy rupanya juga pernah mengalami aksi pengejaran di negara non muslim lainnya lantaran penampilannya yang sudah bercadar. “Dan di negara yang non islam, saya pernah dikejar-kejar mau ditahan, karena saya pakai pakaian seperti ini ya. Jadi alhamdulillah mengalami macam-macam,” tutur Peggy.

Kendati demikian, ia rupanya tak akan berhenti membagikan ilmunya kepada masyarakat muslim di seluruh dunia. Mengaku tak trauma, Peggy yakin bahwa tidak ada pekerjaan baik di dunia yang dapat dilakukan dengan mudah. "Malu sama pendahulu kita yang mensyiarkan islam, malu sama nabi dan rasul, malu sama para sahabat, semua nggak ada yang gampang,” pungkasnya.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel