Ariyo Wahab Ikhlaskan Putri Sulung Rayakan Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri di Inggris

Foto: Ariyo Wahab Ikhlaskan Putri Sulung Rayakan Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri di Inggris instagram



Ariyo Wahab merasakan perbedaan besar pada bulan Ramadan tahun ini lantaran ketidakhadiran putri sulungnya di rumah, Kyra Wahab yang diketahui tengah melanjutkan studi di Inggris.

Kanal247.com - Datangnya bulan Ramadan tahun ini rupanya memberikan sedikit kesedihan bagi musisi Ariyo Wahab. Pasalnya tak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini dirinya tak ditemani oleh putri sulungnya Kyra Wahab.


Baca juga ...

Kabarnya Kyra tengah melanjutkan studi dalam program pertukaran pelajar di Plymotuh, Inggris. Ia diharuskan menetap di Negeri Ratu Elizabeth tersebut selama 9 bulan, sedangkan saat ini dirinya baru memasuki bulan keenam. Hal tersebut tentu saja menandakan bahwa Ariyo tak hanya melewati bulan puasa tanpa sang putri tapi juga saat Hari Raya Idul Fitri mendatang.

Sebagai seorang ayah, tentu tak mudah bagi Ariyo untuk melepaskan keberangkatan putrinya tersebut walaupun dengan tujuan pendidikan. Lantaran hal itulah sempat terjadi perdebatan antara dirinya dengan sang putri.

“Perdebatan pasti ada, maksudnya apa yang kita omongin apakah ini yang terbaik buat si Kay (Kyra),” ungkap Ariyo Wahab saat dijumpai di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (20/5). “Ya kadang-kadang kita sebagai orangtua yang paling tahu anaknya ingin seperti apa kan.”

Selain itu, pemain film “Negeri 5 Menara” ini juga mengaku merisaukan kesehatan sang anak. Bukan tanpa sebab, pasalnya ia tahu bahwa waktu berpuasa disana jauh lebih lama ketimbang di Indonesia. Hal ini tentu saja lantaran perbedaan iklim yang ada.

Tak hanya itu, jarak dari waktu datangnya buka puasa hingga waktu untuk berpuasa lagi terbilang cukup cepat. Fakta ini tentu menjadi tantangan tersendiri untuk ditaklukan oleh Kyra.

“Berapa jam ya, lebih lama. Aku lupa deh hitungannya, cuma lebih lama,” jelasnya. “Dan dia masuknya dari magrib ke itunya (Imsak) juga agak cepat ya. Emang benar-benar iklimnya beda.”

Melihat tekad kuat yang dimiliki Kyra tentu saja menjadi sebuah kebanggaan tersendiri baginya. Tak hanya menujukkan prestasi, namun Kyra membuktikan bahwa dirinya mampu menjalankan tugasnya sebagai seorang muslim kendati harus menahan lapar lebih lama dibandingkan saat berada di tanah kelahirannya.

“‘Kalau ayah ada di sana belum tentu bisa melakukan apa yang kamu lakukan',” tutur Ariyo Wahab mengulang perkataannya kepada sang putri. “Iya kan secara mental dia berani ke sana, dia bisa melakukan ibadah secara benar, terus pelajarannya juga kita terima nilainya lumayan.”

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel