Derita Gangguan Kecemasan, HaSeul LOONA Dipastikan Tak Ikut Promo Comeback

Foto: Derita Gangguan Kecemasan, HaSeul LOONA Dipastikan Tak Ikut Promo Comeback Twitter



Kecemasan merupakan bagian normal dari kehidupan sehari-hari. Namun, kewaspadaan harus ditingkatkan jika kecemasan terjadi terus menerus. Seperti yang banyak terjadi pada kasus idol K-Pop.

Kanal247.com - Pada 8 Januari, label manajemen LOONA, Block Berry Creative, mengeluarkan pernyataan resmi, memberi tahu penggemar mengenai kondisi kesehatan salah satu membernya, HaSeul. Block Berry Creative mengungkap bahwa HaSeul terpaksa melewatkan promo comeback “#” karena masalah gangguan kecemasan (anxiety disorder).

“Halo, ini Blockberry Creative. Kami memiliki pengumuman terkait kesehatan member LOONA -Haseul. HaSeul baru-baru ini pergi ke rumah sakit untuk menerima perawatan untuk gejala kecemasan. Di sana dia didiagnosis dengan kecemasan yang tejadi terus menerus, dan dokternya menyarankan agar dia menerima perawatan agar pulih secara penuh. Meskipun HaSeul ingin terus menyapa penggemarnya seperti yang dijanjikan pada fanmeeting mereka bulan lalu, telah diputuskan bahwa demi dia fokus pada kesehatan mentalnya. Haseul akan mengambil jeda sementara dari promosi dan kegiatan terjadwal lainnya.

HaSeul akan menghabiskan waktu bersama keluarga dan member grupnya dan memfokuskan kekuatannya pada pemulihan. Sampai saat itu, dia tidak akan mempromosikan album baru “# (Hash)”. Kami dengan tulus meminta maaf kepada semua penggemar yang menyukai LOONA untuk berita yang tiba-tiba. 11 member LOONA akan melanjutkan promosi sesuai jadwal. Kami akan merilis pernyataan baru ketika ada pembaruan dari dokter Haseul tentang kondisinya. Kami meminta para penggemar memahami hal ini dan terus mendukung Haseul. Terima kasih.” bunyi press release Blockberry Creative.

Baca juga ...

Meski tanpa HaSeul, para penggemar mengaku lega karena agensi HaSeul sangat peduli dengan masalah kesehatan mental anak didiknya. Sebab gangguan kecemasan membuat orang ragu-ragu mengambil keputusan karena takut salah. Tak sedikit yang memutuskan untuk lari dari masalah yang tidak selesai dengan cara nekat.

“Aku senang akhirnya agensi para idol kini memperhatikan masalah gangguan kecemasan para anak didik mereka. Aku bangga mereka tidak memaksa idol di luar sana ketika mereka memiliki masalah,” lega netter. “Keterbukaan seperti ini perlahan-lahan membantu menghilangkan stigma negatif terhadap penderita gangguan kesehatan mental yang dianggap sebagai cacat karakter,” tambah netter. “Ketika kita merasa cemas, komentar negatif akan menjadi terfokus secara tidak proporsional. Seolah- olah hanya komentar itulah yang berhak disematkan pada kita, padahal tidak,” imbuh lainnya.

Seorang pengidap anxiety disorder melihat sesuatu dengan pesimis. Misalnya, masa depan yang suram atau segala hal sulit dikendalikan. Itu tidak bisa dibiarkan, mereka (penderita) harus ditolong secara medis.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel