Miris, Nana Mirdad Beber Orang Diduga Positif COVID-19 di Bali Ternyata Diperlakukan Tak Pantas

Foto: Miris, Nana Mirdad Beber Orang Diduga Positif COVID-19 di Bali Ternyata Diperlakukan Tak Pantas instagram



PDP di Bali sempat viral di media sosial lantaran dianggap kabur dari karantina, Nana Mirdad menjelaskan melalui Instagram Story akun pribadinya jika orang tersebut justru mendapatkan perlakuan yang tidak baik oleh masyarakat tanpa bukti jelas.

Kanal247.com - Saat ini, masyarakat Indonesia memang mulai was-was dengan orang-orang yang baru saja bepergian ke luar negeri. Tidak mengherankan mengingat virus corona memang mempunyai korban cukup besar. Sehingga, orang-orang yang baru saja bepergian di luar negeri memang selalu mendapatkan pengawasan penuh.

Baru-baru ini juga terdengar kabar jika salah seorang dalam pengawasan di Bali sempat viral lantaran disebut-sebut kabur dari karantina. Kabar itu beredar dengan sangat cepat di media sosial hingga membuat identitas seseorang tersebut tersebar luas. Penjemputan paksa pun sontak langsung dilakukan oleh banyak warga.

Sayang, tampaknya orang dalam pengawasan tersebut justru mendapatkan perlakuan yang tidak baik oleh masyarakat. Nana Mirdad menjadi seseorang yang menjelaskan dengan rinci mengenai kronologi kesalahpahaman dimulai. Nana menyebutkan jika orang dalam pengawasan tersebut masih kerabatnya. Nana mengaku miris dengan apa yang terjadi dengan rekannya tersebut.

"My dear folowers, saya mau memberikan kronologis tentang 'bapak dan anak yang kabur dari karantina' yang sedang heboh di Bali saat ini. Saya miris melihat pemberitaan media yang bilang bahwa mereka adalah pasien yang kabur. Apakah mereka kabur? Iya. Tapi apakah mereka pasien? Sama sekali bukan," ucap Nana melalui Instagram Story akun pribadinya, @nanamirdad_. Instagram Story itu dibagikan ulang oleh akun gosip di Instagram,@lambe_turah, Kamis (26/3).



Nana menerangkan jika sebenarnya anak yang diduga positif virus corona usai datang dari Inggris tersebut sama sekali tidak menunjukkan gejala. Anak tersebut juga dalam kondisi sehat. Namun, karena diminta karantina dan menunggu hingga Hari Nyepi berakhir. Sang ayah yang ikut menunggui anaknya pun juga tidak dibekali dengan alat-alat medis baik. Hal tersebut yang membuat ayahnya memutuskan membawa sang anak pulang.

Nana menerangkan jika kerabatnya tersebut sudah meminta dokter untuk tes kesehatan dan mereka dalam keadaan sehat. Namun, rumahnya justru didatangi lebih dari 100 orang dan tidak percaya dengan sertifikat sehat yang ditunjukkan.

Identitas hingga alamat rumah pun tersebar luas di media sosial. Nana bahkan menyebutkan jika kerabatnya mendapatkan ancaman yang tidak patut didapatkan. Kerabatnya tersebut bahkan dikarantina paksa di tempat yang tidak layak.

Nana mengaku heran karena adanya pengecekan acak di bandara. Istri Andrew White itu juga mengharapkan orang-orang menggunakan media sosial dengan bijak. Nana juga mengharapkan sikap masyarakat Tanah Air diubah jika tidak ingin pandemi virus corona bertambah buruk.

"Mari kita pikirkan bersama-sama lagi siapa yang wajib dikarantina dan siapa yang tidak. Dan bagaimana kondisi dan kesiapan karantina di Indonesia saat ini, karena efeknya bisa meredam ataupun memperburuk pandemik ini ke depannya. Tujuan kita hanya satu, sama-sama ingin pandemik ini berakhir dan sebisa mungkin tetap menghargai dan memperlakukan orang-orang sesuai dengan haknya masing-masing. Jangan sampai kita jadi kehilangan akal sehat karena pandemik ini okay guys," tutup Nana.

Komentar Anda

Tags

Topik Berita

Rekomendasi Artikel