Polisi Ungkap Pelaku Pembakaran Mobil Via Vallen Bawa Alat Perdukunan, Ada Jenglot dan Barang Mistis

Foto: Polisi Ungkap Pelaku Pembakaran Mobil Via Vallen Bawa Alat Perdukunan, Ada Jenglot dan Barang Mistis Instagram
WowKeren dan Kanal247


Pelaku pembakaran mobil Via Vallen berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Saat mencoba memeriksa tas sang pelaku, polisi menemukan barang-barang aneh yang berbau mistis.

Kanal247.com - Kabar kurang menyenangkan datang dari keluarga pedangdut Via Vallen baru-baru ini. Mobil Via diketahui telah dibakar oleh orang yang tidak dikenal. Untungnya, api tidak menjalar sampai rumahnya.


Baca juga ...

Selain itu, Via merasa bersyukur karena pelaku pembakaran mobilnya telah ditangkap pihak kepolisian. Namun ada beberapa hal yang mengkhawatirkan lantaran pelaku sempat menuliskan beberapa kalimat ancaman di tembok rumah Via.

Pelaku tersebut diduga menuliskan ancaman di tembok rumah Via sebelum melangsungkan aksinya. Ancaman tersebut berbunyi "Kibus ada, ada gak kasih haku, pije persa, pije 97 mati kau bang". Sayangnya, pihak kepolisian masih belum mengetahui maksud tulisan tersebut.

Sementara itu, saat pelaku menjalani pemeriksaan, pihak kepolisian menemukan barang-barang yang cukup mengerikan. Polisi mengaku menemukan barang-barang mistis dari tangan pelaku. Kapolres Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengaku menemukan barang-barang aneh yang berbau mistis dari tas terduga pelaku.

"Di dalam tas itu ada kayak bambu kuning seperti alat perdukunan," ungkap Sumardji seperti dilansir dari detikHOT. "Jenglot itu ya kayak rambut yang dililit-lilit tali."

Selain Kartu Tanda Penduduk (KTP), polisi juga menemukan paspor di tas terduga pelaku. Dengan adanya paspor tersebut, polisi ragu bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa.

"Di tasnya itu saya periksa itu ada paspor, nggak lucu kan berarti kalau yang bersangkutan gangguan jiwa, meski ada kemungkinan," ucap Sumardji. "Paspornya berakhir 2022. Walaupun kemungkinan itu juga bisa."

Lebih lanjut, Sumardji mengatakan bahwa pelaku susah diajak untuk berkomunikasi. Ucapan dan gaya bicaranya juga tidak terarah dan terkesan "ngaco". Saat diperiksa, terduga pelaku bahkan justru tidak segan meminta makan dan rokok pada polisi.

"Kita kesulitan memeriksanya karena dia itu ngomongnya ngelantur. Saya tanya rumahnya di mana dia enggak ngomong," pungkas Sumardji. "Kadang mau ngomong, kadang dijawab. Makanya saya belum bisa menyimpulkan."

Komentar Anda

Tags

Topik Berita

Rekomendasi Artikel