Hasil Rapid Test Dikabarkan Palsu, Deddy Corbuzier: Yang Heboh Nolak Benar Dong?

Foto: Hasil Rapid Test Dikabarkan Palsu, Deddy Corbuzier: Yang Heboh Nolak Benar Dong? instagram



Deddy Corbuzier membagikan salah satu judul berita yang mengungkapkan bahwa semua hasil rapid test virus corona adalah palsu hingga tak ada rekomendasi dari IDI.

Kanal247.com - Tes yang digunakan untuk mendeteksi virus corona dalam tubuh seseorang memang saat ini banyak digunakan. Salah satunya yakni rapid test dan juga swab test. Namun, kedua tes tersebut diketahui mempunyai hasil yang berbeda.

Baru-baru ini, heboh kabar jika hasil dari rapid test adalah palsu. Bahkan tes tersebut disebut tidak direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Deddy Corbuzier pun sontak langsung menyoroti salah satu pemberitaan yang tersebar dan membagikan melalui akun Instagram pribadinya, @mastercorbuzier.

Deddy mengaku bingung dengan kebenaran dari pemberitaan tersebut. Ia pun dengan canda mengajak orang-orang yang memahami mengenai rapid test tersebut untuk berbincang dengannya di podcast miliknya.

Baca juga ...

"Eh menarik nih... Kompas pula yg nulis... Gak hoax doong... Atau HOAX.. Mari pusing bersama... Jadi yg heboh nolak rapid test bener dong? Kumaha atuh.. Jalur #closethedoor aja gimana colek @dr.tirta colek @ikatandokterindonesia colek #hajibolot (gue apus bentar lagi... Mau Promo yg lain)," tulis Deddy pada caption unggahan yang ia bagikan, Rabu (24/9).

deddy corbuzier mempertanyakan kebenaran hasil rapid test

Sumber: Instagram

Unggahan tersebut terlihat mendapatkan banyak komentar dari warganet. Mereka pun jadi ikut mempertanyakan mengenai kebenaran hasil rapid test tersebut. Tak sedikit bahkan yang mengeluarkan pendapat mereka mengenai kabar tersebut.

"Dari dulu kali rapid test itu ga valid sama sekali. Rapid test yang kalian bayar biar dapat cuan dan habisin stock yang ada di indonesia ini. Thanks," ujar salah seorang warganet. "Lah kan bener om? Sejak kapan rapid test dijadikan acuan vonis corona atau tidak yang dijadikan acuan adalah PCR Test," kata lainnya.

"Dari awal2 kan udah bilang mas ded kalo rapid test akuratnya cuma 40-70 persen, tp karna murah dan mudah jadi dipilih masyarakat," ucap lannya. "Rapid itu hasilnya reaktif dan non reaktif, bukan positif dan negatif. Kalau mau akurat yah emg swab (PCR)," terang lainnya.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel