Aksi Bertanya ke Bangku Kosong Jadi Buah Bibir, Najwa Shihab: Bukan Ide yang Baru

Foto: Aksi Bertanya ke Bangku Kosong Jadi Buah Bibir, Najwa Shihab: Bukan Ide yang Baru instagram



Aksi Najwa Shihab bertanya ke Menkes Terawan dengan berbicara di depan sebuah bangku kosong langsung viral dan menjadi buah bibir, begini penjelasan darinya.

Kanal247.com - Najwa Shihab sontak menjadi sorotan setelah aksinya “wawancarai” bangku kosong Menkes Terawan di acara “Mata Najwa” viral di media sosial. Bukan tanpa sebab, hal ini dilakukan mengingat Menkes Terawan tak kunjung menerima undangan tampil dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan itu Najwa Shihab melontarkan pertanyaan ke sebuah bangku kosong seolah tengah menyampaikannya kepada Menkes Terawan. Aksi ini pun mencuri perhatian masyarakat biasa hingga kalangan artis dan langsung menjadi buah bibir.

Kini Najwa Shihab pun buka suara. Ia menjelaskan jika ide bertanya ke bangku kosong itu bukanlah sesuatu yang baru. Menurutnya hal ini sering dilakukan terutama di negara-negara dengan tradisi demokrasi yang kuat.

Di Indonesia, treatment menghadirkan bangku kosong ini mungkin baru sehingga terasa mengejutkan. Namun, sejujurnya, ini bukan ide yang baru2 amat. Di negara dgn tradisi demokrasi dan debat yang lebih panjang dan kuat, misalnya Inggris atau Amerika, menghadirkan bangku kosong yang mestinya diisi pejabat publik sudah biasa,” tulis Najwa Shihab dalam unggahannya. “Treatment ini juga berbeda dengan format wawancara imajiner.

Aksi Bertanya ke Bangku Kosong Jadi Buah Bibir, Najwa Shihab: Bukan Ide yang Baru

Instagram/@najwashihab

Baca juga ...

Melanjutkan pernyataan itu, Najwa menjelaskan jika ia tak sedang melakukan wawancara melainkan hanya mengajukan pertanyaan kepada Menkes Terawan. Najwa juga menerangkan bahwa pertanyaannya bukan imajiner dan bisa dijawab oleh Menkes Terawan kapan saja dan dimana saja tanpa harus bertatap muka.

Lebih lanjut, aksi bangku kosong tersebut tak asal dilakukan oleh Najwa Shihab dan tim acaranya namun dengan berbagai persiapan matang. Tak terkecuali risiko dituduh melakukan persekusi atau bullying kepada Menkes Terawan.

Saya memikirkan dengan cukup masak saat menghadirkan bangku kosong ini, termasuk risiko dituduh melakukan persekusi atau bullying,” sambung Najwa Shihab. “Saya berkeyakinan, elite pejabat, apalagi eksekutif tertinggi setelah presiden, bukanlah pihak yang less power -- aspek penting yang menjadi prasyarat sebuah tindakan bisa disebut persekusi atau bullying. Sulit menganggap pejabat elite adalah pihak yang lemah.

Terakhir, Najwa Shihab pun mengungkapkan kekhawatiran publik mengenai pandemi saat ini. Karena itu lah ia berharap kemunculan Menkes Terawan untuk memberikan penjelasannya.

Saya tidak cemas dengan Pak Terawan, karena seorang yang menjadi menteri pastilah sosok mumpuni dan berpengalaman. Yang kita cemaskan adalah perkembangan pandemi ini. Dan karena itulah Pak Terawan menjadi penting karena, betapa pun banyaknya tim ad-hoc yang dibentuk, urusan kesehatan tetaplah pengampunya adalah Menteri Kesehatan,” tutup Najwa Shihab menyertakan tagar #MataNajwaMenantiTerawan.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel